Beranda Ekonomi

Produk UMKM Sumbawa Sudah Bisa Bersaing Dikanca Nasional Dan Internasional

19
0

Sumbawa-Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumbawa Drs H Arif, M.Si mengungkapkan, bahwa perkembangan unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perkembangannya sangat pesat dan cukup baik dalam mendukung lajunya pertumbuhan perekonomian daerah, terutama perekonomian masyarakat.

” Produk-produk UMKM Sumbawa, Insya Allah akan mampu berdaya saing dalam tataran pasar nasional dan lokal, salah satu produksi UMKM yakni produksi garam yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI), produk kopi dan Tenun Kain Kere Alang Ciri khas daerah,” ujar Haji Arif saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

” Sehingga kedepannya akan bisa berdaya saing dengan produk lainnya. Selain itu, masyarakat bisa mengembangkan produknya lebih berkualitas dan salah satu produk UMKM yang sudah masuk Standard Nasional Indonesia (SNI), yakni produk garam dan kopi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Haji Arif juga mengatakan, bahwa Sumbawa sudah memiliki salah satu ikon sentral industrial kecil menengah, yakni tenun tradisional di Dusun Sameri, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

Kendati demikian, ada beberapa fasilitas yang dibangun pemerintah daerah, yakni alat tenun Getokan 64 unit dan Gazebo 64.

Diketahui ada 300 orang pengerajin dalam pembuatan kain tenun khas Sumbawa tersebut. Kedepannya ada aula tempat sentral industri, sehingga aktivitas proses tenun di rumah industrial dapat berjalan dengan baik, dan para wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara bisa melihat langsung proses pembuatan kain tenun khas daerah, kata Haji Arif.

Sementara itu, laju pertumbuhan perekonomian masyarakat sangat baik dan signifikan, sambungnya.

Saat ini, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) baik yang berbasis ekonomi kreatif maupun non ekonomi kreatif merupakan pelaku usaha terbesar di Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan data yang ada, jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Sumbawa sampai dengan tahun 2019 lalu dengan total seluruhnya mencapai 12.648 unit usaha. Pada tahun ini, pemerintah daerah menargetkan sebanyak 500 UMK akan diterbitkan IUMK-nya, namun yang sudah terealisasi atau sudah diterbitkan IUMK-nya sebanyak 310 UMK, pungkasnya. (bs/sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here