Beranda Pemerintahan

Komisi III DPRD Sumbawa Minta Pemda Serius Perhatikan Dan Mendengar Aspirasi Masyarakat Wilayah Selatan

17
0

Sumbawa – Pembangunan Infrastruktur Jalan wilayah Selatan hingga saat ini kian santer menjadi sorotan publik, dimana infrastruktur jalan tersebut tidak terjamah sama sekali. Kini para wakil rakyat di DPRD Kab. Sumbawa mulai angkat bicara serta menerima keluh kesah masyarakat wilayah Selatan.

Para Legislator DPRD Sumbawa menerima kembali hearing masyarakat wilayah Selatan yakni Kec. Orong Telu dan sekitarnya. Pada kegiatan tersebut turut hadir Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Sumbawa yakni Ketua; Hamzah Abdullah, Sekretaris; Eddy Syafruddin, Ahmad Adam, H. Mustajabuddin, Budi Kurniawan, Ghatab Hanu Cakita, Sukiman K, Kadis PUPR; H. Rosihan, Kabid Bina Marga; Ihsan Imanuddin, Bappeda; Ivan Indrajaya, BPBD; M. Said, Camat Orong Telu, Kades Senawang & Sebeok, serta Masyarakat sekitar.

Ketua Komisi III Hamzah Abdullah menyampaikan terkait dengan adanya aksi demonstrasi masyarakat Orong Telu yang mengeluhkan kondisi Jalan dan
Jembatan di Kecamatan Orong telu Bulan Januari yang lalu. Melihat kondisinya seperti itu, kita tidak menyalahkan eksekutif. Namun terkait persoalan pembangunan kembali kepada kemampuan daerah. Justru dengan Hearing ini, salah satunya untuk mencari solusi terbaik. ungkapnya diruang rapat pimpinan, selasa (4/2).

“Terkait infrastruktur zona Selatan menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah daerah maupun legislatif, Semoga apa yang menjadi harapan tadi dapat ditangani infrastruktur yang ada di sumbawa,” harap hamzah.

Hal senada juga disampaikan politisi Nasdem Eddy Syafruddin menegaskan bahwa sebelumnya, kami sudah rapat konsultasi dengan dinas, harus ada skala prioritas dalam mewujudkan jalan mantap. Akan tetapi yang mengherankan ada jalan kabupaten yang menghubungkan akses jalan ke kecamatan masih belum mantab, Ini artinya mereka belum merdeka!.

Selain itu politisi PPP Ahmad Adam menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan ada petunjuk untuk solusi terbaik. apa yang saya sampaikan menjadi bahan solusi terutama pak bupati. Untuk diketahui, Jalan ke orong telu, dari teladan hingga sebeok merupakan jalan yang dibangun sejak era kepemimpinan Latif Majid sedangkan Jalan belum tersentuh sama sekali.

Menurutnya, Ini sepertinya tepat sebuah ungkapan “Jalan Setan bolang
Anak,” karena saking parahnya jalan tersebut, Apa yang disampaikan masyarakat itu sesuai fakta lapangan, bener apa adanya. Pemda harus memiliki plan dalam pembangunannya dan ada Skala Prioritas, salah satu contoh pasar bisa di tunda, jikalau jalan seperti itu
pembangunan tidak bisa ditunda tunda. ucapnya.

“Insha Allah, kami tentu akan memperjuangkan masyarakat di orong Telu, Kami tidak diam disini, dan akan selalu menyuarakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat wilayah Selatan,” tegas Ahmad Adam.

Sementara politisi PAN H. Mustajabuddin mengungkapkan bahwa kita paham tentang kondisi infrastruktur wilayah Selatan sehingga apa yang menjadi tuntutan masyarakat agar bisa ditangani serius oleh Pemerintah Daerah.
“Saya berharap agar bisa diutamakan bagian selatan, Ini merupakan salah satu janji yang harus ditepati oleh seorang pimpinan,” ucapnya.

Kemudian Kepala Dinas PUPR H. Rosihan menyampaikan bahwa terkait persoalan infrastruktur wilayah Selatan, kami akan
membantu menjawab secara data dan teknis. diketahui Volume dan luas jalan teladan kelawis sepanjang 26 km dengan kondis batuan dan krikil. Pasalnya, kami sudah mengunjungi dan ada jembatan terputus yang dihantam kayu, saat itu ada standby kan alat berat.

Menurutnya kondisinya memang memprihatinkan dan secara prinsip jalan tersebut kondisinya sangat berat. Pada tahun 2020 ini ada masuk program peningkatan jembatan yang sudah dianggarkan 7 milyar akan segera ditenderkan. Namun terkait ruas jalan kita tidak bisa bersamaan karena kontraktor akan kesulitan, tapi di sana sudah ada standby kan alat berat.

Selanjutnya ia menjelaskan terkait infrastruktur jalan, komitmen Pihak provinsi siap membantu. Karena semestinya ini masuk jalan Provinsi yang menghubungkan kecamatan dengan ibu kota Kabupaten. “panjangnya memenuhi kriteria jalan provinsi. Karena ada banyak model jalan, kami sudah bersurat ke provinsi sehingga bisa diterima untuk status jalannya tapi belum ada respon. jelas Rosihan.

Untuk diketahui terkait dengan jembatan, kenapa bisa rusak? karena platnya
tergerus sejak Jembatan dibangun Tahun 2018 disebabkan oleh kayu besar akibat
pembalakan liar. “Saya juga meminta kepada masyarakat di Orong Telu. Jika ada informasi jembatan rusak karena pembalakan liar, karena tidak ada analisa kerusakan jembatan berat seperti itu. Insha Allah di tahun 2020, kami anggarkan untuk pembangunan jembatan konvesionalnya.

sementara perwakilan masyarakat yang diwakili kepala Desa Sebeok Kec. Orong Telu menyampaikan bahwa terkait infrastruktur jalan wilayah Selatan sangat memprihatinkan, apa yang disampaikan tadi oleh wakil rakyat dari politisi PPP dapil Selatan Ahmad adam benar adanya dan apa yang dirasakan rakyat. Pasalnya persoalannya adalah jika betul tidak datang untuk rakyat, kami sudah mengkonsolidasikan sampai gubernur.

Lebih jauh ia mengatakan sejak periode DPRD sebelumnya yakni Rusli manawari untuk menyuarakan persoalan tersebut “kami minta pemadatan jalan, Hotmik bukan kami tidak butuh, kami syukuri program yang sudah ada di Orong Telu dan Kami masih merasa anggaran selalu dari sisa,” ucapnya.

Ia juga meminta agar Pemda fokuslah melihat kondisi masyarakat kami di daerah tersebut, Sehingga
kita dari hati ke hati. Tentu pasti kami berharap banyak kepada wakil rakyat di parlemen untuk senantiasa menyuarakan aspirasi masyarakat Selatan terkait infrastruktur. harapnya. (bs/sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here