Beranda Ekonomi

Industri SIKIM Rumput Laut Mulai Beroperasi Tahun Ini

35
0

sumbawa – Era industrialisasi kini sudah masuk di Nusa Tenggara Barat tepatnya disalah satu kabupaten yakni Sumbawa, yang dimana akan segera bergulir menyusul akan rampungnya pembangunan sarana dan prasarana Sentra Industri Kecil Industri Menengah (SIKIM) di Desa Batu Alang Kecamatan Moyo Hulu.

Sejauh ini, proyek pembangunan fisik di atas lahan hibah dari Yayasan Dea Mas seluas 5 hektare  senilai Rp 16,4 miliar bersumber dari DAK Kementerian Perindustrian Republik Indonesia itu segera rampung.

“Sentral Industri tersebut hanya satu-satunya yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), Saat ini pekerjaan pembangunan fisik yang dipercayakan kepada lima kontraktor pelaksana berjalan “on the track” sesuai dengan kontrak,” ujar Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM Sumbawa Drs H Arif M.Si kepada Jayantaranews.com diruang kerjanya, Selasa (15/1).

Lanjut Haji Arif, sapaan akrab pejabat low profile ini, ada lima item pekerjaan yang dilaksanakan dalam tahun kedua pembangunan SIKIM, meliputi pembangunan jalan hotmik dari empayment samping luarnya masuk kedalam, pembangunan gudang bahan baku bagi segmen rumput laut, pembangunan pagar keliling dan pagar pengamanan sejumlah fasilitas vital seperti mesin, pembangunan sarana air bersih mulai perpipaan hingga tandon air sebagai salah satu bahan kebutuhan industri pengolahan, dengan pengisian mesin dan peralatan pengolahan di gedung produksi rumput laut.

“Semuanya sedang berproses sampai selesai kontrak hingga akhir Nopember 2019 lalu, kami optimis rampung sesuai dengan yang telah diprogramkan,” ungkapnya.

Lebih jauh Haji Arif memaparkan bahwa progres fisik pekerjaan rata-rata telah mencapai diatas 90 persen, dan bahkan ada dua paket pekerjaan yang telah tuntas 100 persen sebelum masa kontrak berakhir, yakni pemasangan mesin dan peralatan instrument oleh tenaga ahli bersertifikat ISO dan pembangunan jalan hotmix tinggal menyisakan pekerjaan trotoar.

“Kami sempat terkendala kurangnya jumlah tenaga kerja, kita tambah  tenaga begitu juga stock material selalu ‘on site’, sehingga pembangunan dipercepat dan berjalan baik dengan prosentase fisiknya (Deviasi Plus) dari target, karena itu kami sampaikan apresiasi kepada pelaksana proyek,”katanya.

“Insha’ Allah, semoga bisa diresmikan pertengahan tahun 2020 ini dan bisa beroperasi dengan baik sehingga bisa menyerap sejumlah tenaga kerja serta perekonomian Masyarakat bisa tumbuh dengan baik,” harapnya.

Kendati demikian Haji Arif, saat ini pihaknya fokus  pada segmen pengolahan rumput laut sesuai arahan pemerintah, kendati usulan awalnya ke Kementerian rumput laut dan pengolahan daging.

“Kami fokus pengelolaan rumput lautnya, jadi tidak akan melangkah kepada segmen lain sebelum rumput laut ini berhasil, ini dalam rangka ke hati – hatian, evaluasi dan memperhatikan efektivitas dan efisiensinya, artinya disini batu ujian kita dengan instalasi rumput laut  yang segera berproduksi tahun 2020 mendatang dimulai dari tenan, pengrajin ini itu semuanya terlibat kemudian muncullah nanti produk industri berbahan dasar rumput laut dalam bentuk keanekaragaman, minuman rumput laut, dodol rumput lain, mie- Mihun rumput laut dan produk lainnya,” tutur Haji Arif.

Selanjutnya Ia mengatakan bahwa potensi rumput laut Kabupaten Sumbawa tahun 2015 mencapai 600.000 ton sehingga stok bahan baku SIKIM sangat mencukupi. Sehingga kedepannya Diskoperindag Sumbawa akan mengawal, memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para tenan pelaku industri itu sampai kepada produknya melibatkan tenaga ahli.

“Saat ini kami sedang  melatih tenan industry, kedepannya SIKIM bisa jadi destinasi wisata baru, karena pemandangan di sana sungguh indah dan menakjubkan,” pungkasnya.

Bahkan sesuai bisnis plan yang telah dirancang sebelumnya tidak bisa dipungkiri pelaku IKM sangat  membutuhkan modal usaha. Nantinya akan dibentuk Koperasi beranggotakan para pelaku IKM sehingga dengan badan hukum koperasi diharapkan dapat memperoleh fasilitas permodalan dari lembaga keuangan. tutupnya. (bs/sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here